+62 331 337877 fk@unej.ac.id

Siang tadi beberapa mahasiswa sibuk dengan suatu kegiatan skill lab yang dilakukan di laboratorium anatomi. Skill lab kali ini mengenai vena seksi, dengan menggunakan media ayam para mahasiswa dengan hati-hati melakukan tindakan tersebut karena memang tingkat kesulitan yang tinggi dengan ukuran vena ayam yang lebih kecil dari pada vena pada manusia.
Vena seksi sendiri merupakan prosedur pembedahan gawat darurat untuk mendapatkan akses pembuluh darah vena pada resusitasi penderita syok hipovolemik.Indikasi ditujukan untuk Penderita syok hipovolemik yang dengan cara non pembedahan (perkutaneus) tidak bisa didapatkan akses vena untuk resusitasi cairan. Kontra indikasi tindakan ini adalah trombosis venaKoagulopati (PT atau PTT > 1.5 x kontrol).
Adapun prosedur tindakan ini adalah sebagai berikut :

  • Informed consent pada keluarga pasien tentang keadaan pasien dan tentang tindakan yang akan kita lakukan pada pasienshock tersebut.
  • Siapkan seluruh alat dan bahan yang akan kita gunakan lalu cuci tangan.
  • Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah yang akan dilakukan vena sectio ( biasanya v.saphenamagna dekatmaleolus atau vena brachialis atau vena femoralis).
  • Tutup daerah lapangan operasi dengan duk steril.
    Lakukan anestesi infiltrasi pada kulit dengan lidokain 0.5%.
  • Insisi kulit melintang setebalnya dibuat di daerah anestesia sepanjang 2.5 cm.
  • Diseksi tumpul, dengan menggunakan klem hemostat yang lengkung, vena diidentifikasi dan dipotongdan dibebaskan dari semua jaringan disekitarnya.5.Angkat dan diseksi vena tsb sepanjang kira-kira 2cm untuk melepaskannya dari dasar.
  • Ikat vena bagian distal, dan mobilisasi vena, tinggalkan jahitan di tempat untuk ditarik (traction).
  • Pasang pengikat keliling pembuluhnya, arah cephalad.
  • Buat venotomi yang kecil melintang dan dilatasi perlahan-lahan dengan ujung klem hemostat yang ditutup.
  • Masukkan kanul plastik melalui venotomi dan ikat dengan ligasi proksimal keliling pembuluh dan kanul.Kanul harus dimasukkan dengan panjang yang cukup untuk mencegah terlepas.
  • Sambung pipa intravena dengan kanul dan tutuplah insisinya dengan jahitan interupsi.
  • Pasang pembalutsteril dengan salep antibiotik topikal.

Related Post