+62 331 337877 fk@unej.ac.id

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini makin terasa begitu pesat. Bagi bidang kedokteran, hal ini berimplikasi pada dua hal yaitu sisi kepada penyedia jasa layanan kedokteran serta, pada sisi pengguna jasa layanan kedokteran. Pada sisi penyedia jasa layanan kedokteran, harus diartikan sebagai penyediaan sumber daya manusia dokter yang profesional: beretika serta moral tertinggi, kaya dengan pengetahuan dan keterampilan yang mutakhir serta, mampu melakukan komunikasi yang berwujud hubungan dokter-pasien yang baik.
Di sisi lain, masyarakat sudah semakin mudah memperoleh akses informasi termasuk pengetahuan hal-hal terkait kesehatan-kedokteran. Masyarakat semakin sadar terhadap hak-hak mereka sebagai pasien atau pribadi yang menggunakan jasa layanan kedokteran.
Kedua hal diatas menjadi tantangan tanpa henti dalam dunia kedokteran baik di sisi penyelenggaraan praktik kedokteran, dan juga disisi hulu, pendidikan kedokteran, karena dari sinilah semua disiapkan.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012, Kompetensi dibangun dengan pondasi yang terdiri atas profesionalitas yang luhur, mawas diri dan pengembangan diri, serta komunikasi efektif, dan ditunjang oleh pilar berupa pengelolaan informasi, landasan ilmiah ilmu kedokteran, keterampilan klinis, dan pengelolaan masalah kesehatan (Gambar 2). Oleh karena itu area kompetensi disusun dengan urutan sebagai berikut:
1.  Profesionalitas yang Luhur
2.  Mawas Diri dan Pengembangan Diri
3.  Komunikasi Efektif
4.  Pengelolaan Informasi
5.  Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
6.  Keterampilan Klinis
7.  Pengelolaan Masalah Kesehatan


KETERAMPILAN KLINIS

Kompetensi Inti
Mampu melakukan prosedur klinis yang berkaitan dengan masalah kesehatan dengan menerapkan prinsip keselamatan pasien, keselamatan diri sendiri, dan keselamatan orang lain.

Lulusan Dokter Mampu
1. Melakukan prosedur diagnosis
   a. Melakukan dan menginterpretasi hasil auto-, allo- dan hetero-anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan khusus sesuai dengan masalah pasien
   b. Melakukan dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang dasar dan mengusulkan pemeriksaan penunjang lainnya yang rasional

2. Melakukan prosedur penatalaksanaan masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif
   a. Melakukan edukasi dan konseling
   b. Melaksanakan promosi kesehatan
   c. Melakukan tindakan medis preventif
   d. Melakukan tindakan medis kuratif
   e. Melakukan tindakan medis rehabilitatif
   f. Melakukan prosedur proteksi terhadap hal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain
   g. Melakukan tindakan medis pada kedaruratan klinis dengan menerapkan prinsip keselamatan pasien
   h. Melakukan tindakan medis dengan pendekatan medikolegal terhadap masalah kesehatan/kecederaan yang berhubungan dengan hukum

TIM KOMISI KETERAMPILAN KLINIK
Ketua
dr. Septa Surya Wahyudi, Sp.U
Sekretaris

dr. Adelia Handoko, M.Si
Anggota
dr. Nindya Shinta Rusmatika, M.Kes., Sp.THT-KL
dr. Rosita Dewi
Widya Apriyani, S.Kep

X