+62 331 337877 fk@unej.ac.id

Semeru terluka. Semeru berduka. ‎

Pada tanggal 4 Desember 2021 Gunung Semeru mengalami erupsi berupa awan panas ‎guguran (APG). Gunung Semeru juga masih mengalami erupsi yang kedua pada 16 Desember 2021, ‎dan sampai saat ini aktivitas volkanik Gunung Semeru masih tinggi, sehingga status masih berada ‎pada Level III (Siaga). Dengan tinginya curah hujan yang ada juga mengakibatkan beberapa kali ‎terjadi banjir lahar dingin di beberapa daerah Kabupaten Lumajang. Keadaan ini mengakibatkan 21 ‎kecamatan terdampak material erupsi dan abu vulkanik, sebanyak 60 korban meninggal, serta 5475 ‎warga yang mengungsi. Kerusakan yang terjadi juga sangatlah besar yaitu 1107 rumah, 9 jembatan, ‎‎12 saluran irigasi, dan 47 fasilitas umum lainnya rusak, dengan kisaran besaran kerusakan dan ‎kerugian secara materiil adalah sebesar Rp. 800.183.942.000,-. ‎

Fakultas Kedokteran Universitas Jember sebagai fakultas kedokteran yang terdekat dengan ‎titik bencana pun turut andil dalam membantu penanganan bencana APG Semeru dengan ‎menurunkan tim Mobile Agromedicine sebagai tim kebencanaannya. Mobile Agromedicine ‎bersama dengan TBM Vertex FK UNEJ melakukan assessment kebencanaan pada tanggal 5 ‎Desember 2021. Kegiatan assessment ini dilakukan dengan koordinasi oleh Badan Penanggulangan ‎Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, serta dibantu oleh Alumni FK ‎UNEJ yang berada di Kabupaten Lumajang. Dari disaster assessment yang dilakukan oleh tim ‎pioneer didapatkan kebutuhan tenaga relawan medis dan berbagai bantuan baik berupa uang ‎ataupun logistik lainnya.‎

Berbekal dari hasil disaster assessment yang telah dilakukan, maka Mobile Agromedicine ‎membentuk tim relawan APG Semeru. Dengan dr. Pulong Wijang Pralampita, Ph.D. sebagai PIC, ‎maka dibentuklah 2 tim yaitu tim relawan medis dan tim penggalangan donasi. Tim gabungan untuk ‎melakukan penggalangan donasi dibentuk dengan bekerjasama antara Mobile Agromedicine, TBM ‎Vertex FK UNEJ, Lakesma FK UB, dan TBM Nurul Qolbi. Sedangkan tim relawan medis sebanyak ‎total 80 personil yang tergabung terdiri dari Mobile Agromedicine bersama dengan TBM Vertex FK ‎UNEJ serta unsur dosen, tenaga kependidikan, dan alumni FK UNEJ. ‎


Tim gabungan Mobile Agromedicine, TBM Vertex FK UB, Lakesma FK UB, dan TBM Nurul ‎Qolbi FK UMM telah melakukan kegiatan penggalangan donasi (baik berupa uang dan barang) ‎sejak 4 Desember 2021 pukul 19:00 WIB dan donasi ditutup pada 6 Januari 2022. Donasi berupa ‎barang yang terkumpul adalah paket makanan siap saji, selimut, air mineral kemasan, masker, ‎sabun, paket peralatan rumah tangga, dan paket obat obatan. Sedangkan total donasi berupa uang ‎yang terkumpul adalah sebesar Rp. 95.000.000,-. ‎

Penyaluran donasi sudah mulai dilakukan pada saat tim melakukan disaster assessment ‎pada tanggal 5 Desember 2021 dan pada saat tim membuka Pos Kesahatan di Kecamatan ‎Candipuro pada tanggal 12 Desember 2021 – 3 Januari 2022. Adapun bantuan yang disalurkan adalah ‎paket makanan siap saji, selimut, air mineral kemasan, masker, sabun, paket peralatan rumah ‎tangga, dan paket obat obatan. Sedangkan dari total donasi berupa uang sebesar Rp.95.000.000,- ‎yang terkumpul, sebesar Rp. 16.500.000,- disalurkan dalam bentuk paket makanan siap saji, paket ‎peralatan rumah tangga, dan obat obatan dalam kegiatan Mobile Clinic Agromedicine di Kecamatan ‎Candipuro, dan bantuan dana sebesar Rp. 78.500.000,- telah disalurkan melalui Basnaz Kabupaten ‎Lumajang pada tanggal 18 Januari 2022. ‎


Tim relawan medis yang terdiri dari Mobile Agromedicine bersama dengan TBM Vertex FK ‎UNEJ serta unsur dosen, tenaga kependidikan, dan alumni FK UNEJ melakukan pelayanan medis di ‎wilayah Kecamatan Candipuro sesuai dengan surat tugas relawan medis dari Dinas Kesehatan ‎Kabupaten Lumajang dengan No. 893.3/9081.4/427.55/2021. Tim melakukan tugasnya dengan ‎membuka Pos Kesehatan di Candipuro sejak tanggal 16 Desember 2021 – 3 Januari 2022. Pada 16 ‎Desember 2021 tim melakukan pendirian tenda Pos Kesehatan di Lapangan Candipuro yang ‎merupakan Posko Utama Penanggulangan Bencana APG Semeru. Pos Kesehatan Mobile ‎Agromedicine berdampingan dengan Pos Kesehatan dari Dinkes Lumajang, Diskes Lantamal V ‎Surabaya, dan Kodam V Brawijaya, dan satu lokasi dengan Posko dari BNPB, BPBD, BASARNAS, dan ‎Brimop. Pada tanggal 25 Desember 2021, dengan berakhirnya status tanggap darurat bencana dan ‎masuk ke status transisi darurat ke pemulihan, maka Pos Kesehatan Mobile Agromedicine ‎berpindah ke SMPN 1 Candipuro sampai berakhirnya masa tugas relawan pada tanggal 3 Januari ‎‎2022. ‎

Tim relawan medis Mobile Agromedicine melakukan pelayanan kesehatan di Pos ‎Kesehatan Utamanya dan juga memberikan pelayanan secara mobile untuk menjangkau korban ‎terdampak yang tidak bisa menjangkau pelayanan kesehatan. Setiap harinya tim yang terdiri dari 4 ‎‎- 5 dokter, perawat, dokter muda, mahasiswa preklinik, dan tenaga penunjang ini melakukan ‎pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan (pengukuran tanda tanda vital dan kadar ‎gula darah), konsultasi medis, dan pengobatan gratis, sekaligus dengan melakukan penyaluran ‎donasi yang ada. Tim dokter yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter ‎spesialis anak, dokter spesialis anestesi, dan dokter spesialis urologi ini melakukan pelayanan ‎maksimal dan prima kepada para korban terdampak bencana APG Semeru dan rekan sesama ‎relawan Semeru. Setiap harinya tim terbagi menjadi 3 tim dengan pembagian tugas: 1 tim ‎bertempat di Pos Kesehatan Utama dan 2 tim melakukan pelayanan kesehatan secara mobile. ‎Dengan koordinasi dan kerjasama dengan Puskesmas Candipuro, Diskes Lantamal V Surabaya, dan ‎Kodam V Surabaya, tim melakukan pelayanan kesehatan di seluruh titik di Kecamatan Candipuro ‎yaitu di Jarit, Curah Koboan, Kajang Kosong, Sumber Wuluh, Kamar Kajang, Gunung Sawur, Kajar ‎Kuning, Pancasumo, Kebondeli Utara, dan Kebondeli Utara. ‎

Selama masa tugasnya tim Mobile Agromedicine telah melakukan pelayanan kesehatan ‎kepada 565 pasien yang terdiri dari korban terdampak APG Semeru dan relawan Semeru yang ‎bertugas. Kasus kesehatan yang ditangani tim adalah kasus trauma, infeksi, dan non-communicable ‎deseases (NCDs), akan tetapi kasus kesehatan didominasi dengan myalgia, ISPA, dan cephalgia. ‎Pemberian pengobatan berupa peroral, parenteral, injeksi, sampai rawat luka juga telah dilakukan ‎oleh tim. Beberapa pasien dengan kasus infeksi, trauma, maupun NCDs pun datang kembali ke Pos ‎Kesehatan Mobile Agromedicine untuk melakukan kontrol kesehatan kembali. Para pasien yang ‎telah melakukan pemeriksaan kesehatan bersama Tim Mobile Agromedicine menyampaikan ‎bahwa mereka merasa nyaman dan senang dengan pelayanan ramah dan profesional yang ‎dilakukan oleh tim. Mereka pun menyampaikan agar tim dapat lebih lama tinggal dan membuka ‎Pos Kesehatan di Candipuro lebih lama daripada surat tugas yang telah diberikan. ‎

Berbagai kegiatan dan interaksi telah di lakukan oleh tim, baik dengan korban terdampak ‎APG Semeru, Pemerintah Daerah dan Pusat, serta para relawan kemanusiaan Semeru. Canda, ‎tawa, duka, tangis, keluh, kesah, lelah, sakit, senang, bahagia, dan bersyukur telah berbaur ‎menjadi satu. Beribu kenangan telah tertoreh di Semeru. Beribu hikmah dan pelajaran juga telah ‎didapatkan selama menjadi relawan medis APG Semeru. Harapan kami adalah semoga kegiatan ‎kemanusiaan yang telah dilakukan dapat membantu saudara saudara kita di Semeru. Semoga ‎Semeru segera pulih dan Bumi Pertiwi terbebas dari segala bencana dan dapat tersenyum kembali. ‎

Kami Mobile Agromedicine bergerak berdasar kemanusiaan.‎

Dan siap meluncur menuju kemanapun panggilan kemanusiaan berada.‎

Salam Agromedis

-PWP-‎