PUSAT AGROMEDIS

Agromedis di Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) merupakan pendekatan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi, yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam konteks sektor pertanian. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit yang berkaitan dengan aktivitas agrikultur, tetapi juga menitikberatkan pada upaya pencegahan penyakit serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat pertanian secara menyeluruh dan berkelanjutan. Agromedis memandang kesehatan sebagai hasil interaksi kompleks antara manusia, lingkungan, dan aktivitas pertanian, sehingga membutuhkan pendekatan multidisipliner yang melibatkan ilmu biologi, fisika, kimia, serta aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat.

Ruang lingkup Agromedis di FK UNEJ mencakup berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Setiap sektor memiliki potensi risiko kesehatan tersendiri, baik yang berasal dari paparan bahan kimia, faktor lingkungan kerja, hingga pola hidup masyarakat agraris. Oleh karena itu, FK UNEJ mengembangkan Agromedis sebagai bidang unggulan yang mampu menjembatani kesenjangan antara ilmu kedokteran dan sektor pertanian, dengan tujuan meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus kesejahteraan dan kesehatan para pelaku di dalamnya. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan sistem kesehatan yang responsif terhadap tantangan global, seperti perubahan iklim, keamanan pangan, dan emerging diseases yang berkaitan dengan lingkungan agrikultur.

Pengembangan Agromedis di FK UNEJ dimulai secara strategis pada periode 2018–2019 melalui penguatan visi dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Pada periode ini, FK UNEJ mencanangkan visi sebagai pusat Agromedis di Asia Tenggara pada tahun 2025. Langkah awal ditandai dengan pembentukan tim ad hoc Agromedis yang bertugas merumuskan arah pengembangan keilmuan dan implementasinya. Selain itu, diluncurkan pula konsorsium Agromedis nasional (Perhimpunan Agromedis Indonesia/Peragromedi) sebagai wadah kolaborasi antar pakar dan institusi, yang juga mendapatkan pengakuan internasional untuk memperkuat jejaring keilmuan. Dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia, FK UNEJ menjalin kerja sama dengan Western District Health Service (WDHS) dan Deakin University, Australia, yang telah menghasilkan lulusan serta peserta yang menyelesaikan program coursework di bidang agrihealth.

Memasuki periode 2020–2023, FK UNEJ melakukan ekspansi besar dalam bidang kolaborasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis Agromedis. Kerja sama internasional terus diperluas dengan berbagai institusi, seperti Swedish University of Agricultural Sciences (SLU), San Pedro College Filipina, serta mitra dari Thailand. Sejak tahun 2021, FK UNEJ juga melakukan rekonstruksi kurikulum berbasis Agromedis dengan mengintegrasikan muatan Agromedis minimal 20% di setiap blok pembelajaran. Langkah ini diperkuat dengan kemitraan bersama berbagai stakeholder di sektor industri pertanian serta pengembangan wahana pembelajaran lapangan berbasis Agromedis. Pada tahun 2022, FK UNEJ meluncurkan inovasi Mobile Agromedicine yang berfokus pada kegiatan tanggap bencana dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas, serta menginisiasi Desa Agromedis di Kecamatan Jenggawah yang diresmikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Puncaknya, pada tahun 2023, FK UNEJ berhasil memperoleh pengakuan standar kualitas pendidikan internasional dari ASIIN, yang semakin mengukuhkan posisi institusi dalam kancah global.

Pada periode 2024–2025, FK UNEJ semakin mengokohkan perannya sebagai pusat Agromedis di tingkat Asia Tenggara melalui berbagai langkah strategis. Upaya ini meliputi penguatan kerja sama riset internasional dengan berbagai negara, termasuk Jepang, serta inisiasi kolaborasi baru dengan Malaysia. Selain itu, FK UNEJ juga membuka program kelas internasional (International Undergraduate Program/IUP) pada jenjang sarjana sebagai bentuk internasionalisasi pendidikan. Pengembangan pendidikan berkelanjutan juga dilakukan melalui pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS), seperti Bedah, Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Penyakit Dalam, yang mengintegrasikan muatan lokal Agromedis dalam kurikulumnya.

Secara keseluruhan, Agromedis di FK UNEJ tidak hanya menjadi identitas keilmuan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan kesehatan berbasis pertanian. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi, FK UNEJ berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki perspektif global, sekaligus mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan sektor pertanian di Indonesia maupun di tingkat internasional.