Agromedis – Rangkaian kegiatan Forum Bedah Buku Agromedis berlanjut dengan Sesi 2 yang mengusung tema Evidence-Based Innovation in Agromedicine. Sesi ini menyoroti berbagai temuan ilmiah dan inovasi berbasis bukti yang dikembangkan oleh para dosen FK UNEJ untuk menjawab tantangan kesehatan pada masyarakat agraris, khususnya di wilayah tapal kuda dan masyarakat Pandalungan.

Pembahasan dimulai dengan buku berjudul “Formulasi Modifikasi Gaya Hidup pada Obesitas dan Diabesitas (Studi Masyarakat Pandalungan)” karya dr. Ancah Caesarina Novi M, Ph.D., FISPH., FISCM. beserta tim. Buku ini mengupas hasil penelitian mendalam mengenai pola perilaku, kebiasaan makan, hingga gaya hidup masyarakat Pandalungan sebagai faktor determinan tinggi­nya angka obesitas dan diabesitas. Temuan yang disampaikan menunjukkan pentingnya pendekatan kultural dan personalisasi intervensi kesehatan agar lebih efektif dalam mengubah perilaku masyarakat. Peserta forum terlihat antusias memberikan tanggapan terkait urgensi pendidikan kesehatan berbasis budaya lokal yang diulas dalam buku ini.

Selanjutnya, forum menyoroti karya Dr. dr. Hairrudin, M.Kes. dkk melalui buku “Beras Analog untuk Diabetes”. Buku ini menghadirkan inovasi pangan fungsional berupa beras analog yang dirancang dengan komposisi lebih aman bagi penyandang diabetes. Dengan memadukan bahan baku lokal dan pendekatan teknologi pangan, buku ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan intervensi nutrisi yang terjangkau dan berkelanjutan. Para peserta memberikan perhatian khusus pada potensi penerapan beras analog ini secara luas, terutama di komunitas agraris dengan beban penyakit metabolik yang tinggi.

Buku ketiga yang dibedah dalam sesi ini adalah “Peran Arthropoda sebagai Vektor Penyakit Infeksi dalam Komunitas Agrikultura” karya dr. Bagus Hermansyah, M.Biomed. dkk. Buku ini menyoroti berbagai jenis arthropoda yang menjadi vektor penyakit infeksi, serta dinamika penyebarannya di lingkungan pertanian. Dengan pendekatan ilmiah yang kuat, buku ini memperkuat pemahaman tentang hubungan erat antara pekerjaan agrikultura, ekologi serangga, dan risiko penularan penyakit. Diskusi mengerucut pada pentingnya mitigasi berbasis komunitas dan penguatan surveilans untuk mencegah kejadian luar biasa penyakit berbasis vektor.

Sesi 2 berlangsung dinamis dan penuh wawasan, menghadirkan kombinasi ilmu kedokteran, kesehatan masyarakat, nutrisi, dan ekologi penyakit yang menyatu dalam perspektif agromedis. Antusiasme peserta—mulai dari dosen, peneliti, klinisi, hingga mahasiswa—menunjukkan bahwa inovasi berbasis bukti menjadi elemen kunci dalam memperkuat peran FK UNEJ sebagai pelopor keilmuan agromedis di Indonesia.

Melalui sesi ini, Forum Bedah Buku Agromedis tidak hanya memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga mempertegas kontribusi FK UNEJ dalam menghasilkan solusi inovatif yang relevan bagi tantangan kesehatan masyarakat agraris.

Penulis: AKR