Agromedis – Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) melalui Medical Education Unit (MEU) menyelenggarakan pelatihan proses penilaian Problem-Based Learning (PBL) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) melalui Outcome-Based Assessment (OBA) Framework. Kegiatan ini ditujukan bagi para dosen FK UNEJ sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas sistem pembelajaran dan asesmen di lingkungan fakultas.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kuliah 1, Gedung Student Center FK UNEJ. Kegiatan diikuti oleh para dosen FK UNEJ yang terlibat dalam proses pembelajaran dan penilaian mahasiswa, khususnya dalam pelaksanaan PBL dan TKD.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua MEU FK UNEJ, dr. Cholis Abrori, M.Kes., M.Pd.Ked. Dalam sambutannya, dr. Cholis menekankan pentingnya penguatan kapasitas dosen dalam melaksanakan proses asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah MEU FK UNEJ dalam meningkatkan pemahaman dosen mengenai prinsip-prinsip penilaian berbasis hasil atau outcome. Melalui pendekatan OBA Framework, proses penilaian diharapkan tidak hanya berfokus pada hasil akhir mahasiswa, tetapi juga mampu menggambarkan ketercapaian kompetensi secara terukur dan sistematis.

Dalam pelaksanaan PBL, proses penilaian memiliki peran penting untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu memahami materi, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kerja sama, serta keterampilan belajar mandiri. Oleh karena itu, diperlukan instrumen dan metode penilaian yang mampu merefleksikan berbagai kompetensi tersebut.

Sementara itu, penilaian TKD juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi capaian mahasiswa. Melalui pelatihan ini, para dosen mendapatkan penguatan mengenai bagaimana merancang dan melaksanakan proses penilaian yang sesuai dengan prinsip OBA, sehingga hasil asesmen dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai pencapaian kompetensi mahasiswa.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan memberikan ruang kepada para dosen untuk memahami sekaligus mendiskusikan penerapan OBA Framework dalam proses penilaian. Pembahasan diarahkan pada bagaimana prinsip asesmen dapat diterapkan secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada PBL dan TKD.

Pelatihan tersebut juga menjadi forum bagi para dosen untuk menyamakan persepsi terkait proses penilaian. Keseragaman pemahaman di antara dosen diharapkan dapat mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih terstruktur, transparan, dan sesuai dengan standar pendidikan kedokteran yang diterapkan di FK UNEJ.

Melalui kegiatan ini, MEU FK UNEJ terus mendorong peningkatan kompetensi dosen dalam bidang pendidikan kedokteran, khususnya dalam aspek asesmen dan evaluasi pembelajaran. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya proses pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.

Pelatihan proses penilaian PBL dan TKD melalui OBA Framework menjadi bagian dari komitmen FK UNEJ untuk melakukan pengembangan berkelanjutan terhadap sistem pendidikan kedokteran. Dengan keterlibatan aktif para dosen, penerapan asesmen berbasis outcome diharapkan semakin optimal dalam mendukung pencapaian lulusan FK UNEJ yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.