Agromedis – Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Clinical Instructor (CI): Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan Agromedis bagi Kepala Puskesmas dengan tema “Mewujudkan Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Primer”. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Avicenna FK UNEJ, Jember, pada Jumat (9/10/2026), dengan melibatkan kepala puskesmas sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran berbasis komunitas.
Kegiatan ToT Clinical Instructor ini menjadi bagian dari upaya FK UNEJ untuk memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Puskesmas memiliki peran penting sebagai wahana pembelajaran klinik bagi mahasiswa kedokteran, khususnya dalam memahami permasalahan kesehatan masyarakat, pelaksanaan upaya promotif dan preventif, serta penerapan pendekatan kedokteran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepala puskesmas memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah. Dalam sambutan tersebut, kegiatan ToT diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara FK UNEJ dan para kepala puskesmas mengenai pelaksanaan kepaniteraan klinik IKM dan Agromedis. Sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, serta kepekaan terhadap persoalan kesehatan di lingkungan masyarakat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan empat sesi pemaparan materi yang membahas aspek pendidikan kedokteran berbasis komunitas, metode pengajaran, tanggung jawab dokter muda, dan pendekatan Agromedis. Materi pertama disampaikan oleh dr. Angga Mardro, Sp.P., FAPSR., FISPH., FISCM., FISR. dengan topik Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sesi ini membahas landasan pelaksanaan kepaniteraan klinik IKM sebagai bagian dari pendidikan dokter, dengan penekanan pada pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi kedokteran dengan kondisi kesehatan masyarakat.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Irawan Fajar Kusuma, M.Sc., Sp.PD., FISPH., FISCM. dengan topik Teaching Medical Students in Community Setting: ToT IKM. Pemaparan ini berfokus pada strategi pembelajaran mahasiswa kedokteran di lingkungan komunitas. Dalam konteks pendidikan klinik, lingkungan puskesmas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari pola penyakit, faktor risiko kesehatan, pendekatan keluarga, serta pelaksanaan program kesehatan masyarakat secara langsung. Peran instruktur klinik menjadi penting dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik pelayanan kesehatan primer.
Sesi ketiga menghadirkan dr. Arsyzilma Hakiim, M.H., M.Sc. (Bioethics) yang membawakan materi Tugas Dokter Muda Kepaniteraan Klinik. Materi ini menyoroti pentingnya pemahaman dokter muda terhadap tugas, tanggung jawab, etika profesi, serta batas kewenangan selama menjalani pendidikan klinik. Dalam pelaksanaan pembelajaran di puskesmas, dokter muda perlu menjunjung tinggi keselamatan pasien, menjaga kerahasiaan informasi medis, menghormati hak pasien, dan membangun komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan maupun masyarakat. Pendampingan Clinical Instructor menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara profesional dan bertanggung jawab.
Materi keempat disampaikan oleh Dr. dr. Cicih Komariah, Sp.M. dengan topik Agromedis: Pendekatan Komprehensif Berbasis Paparan dalam Praktik Kedokteran. Materi ini mengangkat perspektif Agromedis yang relevan dengan karakteristik wilayah agraris dan berbagai faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Pendekatan berbasis paparan mendorong tenaga medis untuk mempertimbangkan hubungan antara aktivitas pertanian, lingkungan, paparan bahan berbahaya, serta risiko penyakit dalam proses penilaian dan penatalaksanaan pasien. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa kedokteran dalam mengenali persoalan kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan dan pekerjaan masyarakat.

Keempat sesi materi tersebut memberikan landasan bagi para kepala puskesmas untuk memperkuat perannya sebagai Clinical Instructor dalam pendidikan kedokteran. Selain memahami substansi materi, instruktur klinik perlu memiliki kemampuan membimbing, memberikan umpan balik, menilai capaian pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi dokter muda. Keselarasan antara tujuan pembelajaran FK UNEJ dan pelaksanaan pelayanan di puskesmas menjadi faktor penting agar kegiatan kepaniteraan klinik berjalan terarah, terukur, dan tetap mengutamakan mutu pelayanan kepada pasien.
Melalui penyelenggaraan ToT Clinical Instructor ini, FK UNEJ mempertegas komitmennya dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang terintegrasi dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan kepala puskesmas diharapkan mampu memperkuat kualitas wahana pendidikan klinik, meningkatkan kapasitas pembimbing lapangan, serta mendorong penerapan pendekatan IKM dan Agromedis dalam proses pembelajaran. Kemitraan tersebut juga menjadi peluang untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan, pelayanan kesehatan primer, dan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kesehatan.
Kegiatan Training of Trainer Clinical Instructor ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sinergi berkelanjutan antara FK UNEJ dan puskesmas sebagai mitra pendidikan. Dengan penguatan kompetensi instruktur klinik dan kesamaan pemahaman mengenai kepaniteraan klinik IKM dan Agromedis, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan tantangan kesehatan di masyarakat. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan berkontribusi dalam menghasilkan dokter yang kompeten, profesional, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan karakteristik lingkungan tempat mereka memberikan pelayanan.
Penulis: AKR