Agromedis – Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan menghadirkan Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., seorang filsuf Muslim dan penulis kajian filsafat Islam. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Avicenna FK UNEJ ini mengangkat tema sinergi agama dan dunia kedokteran dalam membentuk tenaga profesional masa depan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi ilmiah, tetapi juga memiliki integritas moral, kepekaan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi sivitas akademika FK UNEJ untuk memahami bahwa pendidikan kedokteran tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis. Lebih dari itu, pendidikan kedokteran perlu membentuk karakter calon dokter yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kematangan emosional, serta kedalaman spiritual dalam menjalankan profesinya. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga medis yang profesional sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Acara diawali dengan sambutan Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.LBL(K). Dalam sambutannya, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas perspektif mengenai hubungan antara nilai-nilai agama, filsafat, dan praktik kedokteran. Pengembangan kompetensi seorang dokter, menurut semangat kegiatan ini, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, etika profesi, serta tanggung jawab terhadap pasien dan masyarakat.
Memasuki sesi utama, Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag. menyampaikan materi yang mengajak peserta melihat dunia kedokteran melalui perspektif agama dan filsafat. Sebagai filsuf Muslim yang dikenal melalui kajian filsafat Islam, beliau memberikan ruang pemikiran mengenai pentingnya memahami manusia secara utuh. Manusia tidak hanya dipandang sebagai objek pemeriksaan medis, melainkan juga sebagai pribadi yang memiliki dimensi psikologis, sosial, spiritual, serta martabat yang harus dihormati dalam setiap proses pelayanan kesehatan.
Pembahasan mengenai sinergi agama dan kedokteran juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan nilai moral memiliki peran yang saling melengkapi. Ilmu kedokteran memberikan landasan ilmiah dalam menegakkan diagnosis, menentukan terapi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sementara itu, nilai-nilai agama dan refleksi filosofis dapat menjadi sumber pertimbangan etis dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan. Perpaduan keduanya diharapkan membantu calon dokter mengambil keputusan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.
Dalam konteks pendidikan kedokteran, profesionalisme tidak cukup diukur dari kemampuan akademik maupun keterampilan teknis. Seorang dokter juga dituntut memiliki empati, kejujuran, kerendahan hati, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan pasien. Nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi medis dan kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) yang semakin memengaruhi praktik pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran bahwa hubungan manusiawi antara dokter dan pasien tetap menjadi bagian penting dari pelayanan medis yang berkualitas.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa maupun dosen FK UNEJ. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan ketertarikan peserta untuk menggali lebih jauh hubungan antara agama, filsafat, etika, dan profesi kedokteran. Diskusi ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan gagasan yang disampaikan narasumber dengan tantangan nyata yang dihadapi dalam proses pendidikan maupun praktik pelayanan kesehatan.
Interaksi antara narasumber dan peserta menjadikan sesi diskusi sebagai salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas sudut pandang mengenai makna menjadi seorang dokter, sementara para dosen dapat merefleksikan kembali peran pendidikan dalam membentuk calon tenaga medis yang berkarakter. Pertukaran gagasan ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan kedokteran tidak hanya tercermin melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan lulusan dalam memberikan pelayanan yang beretika, humanis, dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Guest Lecture ini sekaligus memperkuat komitmen FK UNEJ dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan. Kegiatan akademik yang mempertemukan perspektif agama, filsafat, dan kedokteran diharapkan mampu memperkaya wawasan sivitas akademika dalam menghadapi kompleksitas persoalan kesehatan masa kini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga medis yang kompeten, tetapi juga pribadi yang memiliki landasan etis kuat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FK UNEJ berharap sinergi antara agama dan dunia kedokteran dapat terus menjadi bagian dari upaya melahirkan tenaga profesional masa depan yang berintegritas, berempati, dan berorientasi pada kemanusiaan. Pesan utama yang mengemuka adalah bahwa kemajuan ilmu kedokteran perlu berjalan seiring dengan kebijaksanaan dan tanggung jawab moral. Dengan memadukan kompetensi ilmiah, etika profesi, serta penghormatan terhadap martabat manusia, calon dokter diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan kepedulian, kepercayaan, dan nilai kemanusiaan bagi setiap pasien.
Penulis: AKR