+62 331 337877 fk@unej.ac.id

Topik yang diangkat pada webinar series Fakultas Kedokteran pada hari jumat 15 Mei kali ini sangat menarik. Judulnya unik…. “ Cita-citaku menjadi dokter, tips dan trik sukss kuliah di FK” nah kan siapa yang tidak penasaran untuk mengikutinya. Menjadi seorang dokter masih merupakan cita-cita favorit pada banyak orang, banyak hal yang sebaiknya diketahui oleh adek2 siswa SMA maupun orang tua tentang apa dan bagaimana kuliah di FK, metode dan kiat belajarnya serta apa saja yang bisa dilakukan setelah lulus dari FK. Nah…. Alhamdulillah pagi ini FK Universitas Jember berkesempatan mengundang 2 Narasumber Hebat kita yang sudah banyak berpengalaman di bidang pendidikan kita. Narasumber dari FK UNEJ, beliau adalah dr. Cholis Abrori, M.Kes, M.Pd.Ked. dr. Cholis ini merupakan ketua komisi pendidikan kedokteran FK Unej dan narasumber yang kedua adalah dari FK UI yaitu Dr. dr. Nani Cahyani Sudarsono, Sp.KO, beliau adalah ketua Penjaminan Mutu Akademik FKUI. Acara ini menuai antusiasme peserta yang sangat tinggi , terbukti lebih dari 600 peserta mendaftar untuk mengikuti webinar hari ini.

Acara pagi ini dibuka dengan sambutan dari dekan FK Unej juga yang tidak kalah menariknya, dr.Supangat M.Kes, Ph.D Sp.BA selaku dekan FK Unej menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk masuk fakultas kedokteran sangat tinggi. Masa terindah adalah masa SMA namun ada masa yang tak kala lebih indah yaitu masa memasuki kuliah di FK. Keren kan..semakin menambah penasaran semenarik apa ya kuliah di FK itu… yuk kita simak ulasan materi dari dua nara sumber hebat kita.

Materi pertama disampaikan oleh dr.Cholis Abrori, M.Kes, M.Pd.Ked tentang jalan panjang menjadi seorang dokter. Pendidikan di FK dimulai dari proses menjadi sarjana kedokteran kurang lebih ditempuh selama 3,5 tahun-4 tahun dan pendidikan profesi dokter ditempuh selama 2 tahun,selanjutnya untuk menjadi dokter yang bisa praktek mandiri seorang mahasiswa kedokteran harus melalui ujian kompetensi mahasiswa profesi dokter , dan setelah dinyatakan lulus maka akan dilantik menjadi seorang dokter dan menjalani masa internship selama kurang lebih 1 tahun. Jadi jika ditotal kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 7 tahun. Setelah lulus, seorang dokter memiliki banyak pilihan peran seperti menjadi dokter di RS, di puskesmas, menjadi dosen, menjadi peneliti, konsultan olahraga, bahkan bisa melanjutkan kembali ke pendidikan dokter spesialis dan konsultan, atau melanjutkan ke jenjang magister dan doctoral. Narasumber juga mengupas apa saja persiapan yang diperlukan jika seseorang ingin masuk di Fk, mulai dari persiapan diri harus menyiapkan kemampuan kognitif, mental dan dukungan dari orang tua terkait finansial dan dukungan moril. Lebh lanjut dr.cholis menyampaikan bahwa ada bberapa pertimbangan FK mana yang akan menjadi pilihan untuk melakukan studi, bisa karena pertimbangan kota asal, jumlah peminat dan biaya hidup selama menjalani proses pendidikan kedokteran. Juga diulas bagaimana proses kuliah di FK yang sekarang menggunkan pendekatan system blok atau problem based learning.

Hal yang menjadi pembahasan narasumber kedua oleh Dr. dr. Nani Cahyani Sudarsono, Sp.KO adalah tentang berbagi pengalaman beliau mengenai bagaimana seleksi penerimaan dan pendidikan di FK UI. Proses Seleksi yang dilakukan untuk masuk di fakultas Kedokteran sesuai dengan amanat UU no 20 tahun 2013. Seleksi yang dimaksud terdiri tes bakat dan tes kepribadian, seleksi ini menjamin adanya kesempatan bagi calon mahasiswa dari daerah yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya, kesetaraan gender, dan kondisi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Ada dua jalur masuk FK yaitu denga test dan tanpa test. Tanpa test disini maksudnya adalah jalur seleksi melalui pertimbangan portofolio raport dan pencapaian ekstrakurikuler serta passion calon mahasiswa terhadap profesi kedokteran. Mengapa sih seleksi mahasiswa kedokteran menjadi penting?, hal ini dikarenakan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa memiliki kemampuan dan kemauan dalam menjalani proses pendidikan dokter. Dr. Nani menyampaiakn ada beberapa kompetensi khusus yang harus dimiliki oleh seorang calon dokter, yaitu harus bisa dipercaya, beretika dan bermoral, serta memiliki empati dan mampu bekerjasama. Lalu, siapakah yang akan bisa lolos seleksi ini, tentunya mereka adalah orang orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi serta mampu menunjukkan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan yang bagus, berpikir kritis dan tentunya menjunjung tinggi moral etika.

Perjalanan untuk menjadi dokter cukup panjang, apakah calon mahasiswa ini semuanya akan mampu menjalani tantangan berat selama proses pendidikan? Hal inilah yang harus disiapkan seorang calon mahasiswa FK, harus memahami berapa lamawaktu yang dibutuhkan untuk kuliah di FK, bagaimana kurikulumnyadan metode pembelajarannya. Pembelajaran di FK saat ini dikenal dengan system blok. Apa sih itu system blok? System ini sebenarnya juga dilakukan oleh system pendidikan dasar dan menengah yaitu melalui pendekatan tematik. Dalam kuliah blok, merupaka kurikulum terintegrasi antar disiplin ilmu yang mengambil pendekatan system tubuh manusia sehingga dikenal ada blok respirasi(system pernafasan), blok kardiovaskular (system jantung dan pembuluh darah), blok endokrin (system hormone) dan lainnya. Metode pembelajaran di FK dikenal dengan model pendekatan SPICES, yaitu Student centered teaching, Problem based learning, Integrated curriculum, Community based learning, Electives with a core and Systematic curriculum.

Wah…kira kira kalau mau masuk FK apa belajar terus yaaa…. Dr. Nani menjelaskan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar saja. Seorang mahasiswa kedokteran dapat aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengasah kemampuan soft skillnya. Mengikuti berbagia organisasi untuk mengembangkan kemampuan social dan kerjasama. Dan yang tidak kalah penting lagi hal yang harus disiapkan oleh seorang mahasiswa kedokteran adalah kemampuan literasi baru menghadapi era revolusi industry 4.0. Seorang mahasiswa kedokteran harus mengasah kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital.

Semoga informasi yang disampaikan oleh kedua narasumber tersebut bermanfaat ya temans…. Indonesia membutuhkan calon calon dokter yang memiliki kemampuan kognitif dan memiliki soft skill bertika tinggi, dapat dipercaya, mampu berjuang mengahdapi tantangan. Jika itu adalah anda, maka persiapkan dan perjuangkan, serta tak lupa berdoa untuk kesuksesan dan tercapainya cita-cita kita. Sampai bertemu di tema webinar berikutnnya, stay safe, stay health. Salam Agromedis.

Penulis; dr. Elly Nurus Sakinah, M.Si.