Agromedis – Melalui Konsentrasi Agromedis, Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) sukses menyelenggarakan Workshop Agromedis yang berlangsung di ruang akreditasi FK UNEJ. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FK UNEJ dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dengan layanan kesehatan primer di wilayah Kabupaten Jember.
Workshop tersebut menghadirkan para kepala puskesmas dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Kehadiran para pimpinan fasilitas kesehatan primer ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan berbasis agromedis yang menjadi salah satu keunggulan FK UNEJ.
Beberapa kepala puskesmas yang hadir dalam kegiatan ini antara lain berasal dari Puskesmas Cakru, Karangduren, Curahnongko, Patrang, Pakusari, Sumbersari, Sabrang, Panti, Balung, Ambulu, Kencong, Sukorambi, Rambipuji, Bangsalsari, Kaliwates, Rowotengah, Sumberbaru, Silo II, Umbulsari, Kalisat, Silo I, Andongsari, Nogosari, Tanggul, Jelbuk, hingga Sukowono.
Kegiatan workshop membahas berbagai materi kesehatan di layanan primer yang berkaitan dengan bidang agromedis. Fokus utama pembahasan diarahkan pada berbagai permasalahan kesehatan yang muncul akibat faktor lingkungan kerja pertanian, paparan pestisida, hingga penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat agraris.
Workshop dibagi menjadi dua sesi utama yang dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus ruang diskusi interaktif bagi seluruh peserta. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai bidang agromedis serta berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat aktivitas pertanian dan lingkungan kerja agraris.
Materi tersebut disampaikan langsung oleh pakar agromedis FK UNEJ, Dr.rer.biol.hum. dr. Erma Sulistyaningsih, M.Si., GCertAgHealthMed. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya pendekatan agromedis dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya di daerah dengan mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian.
Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan bahan kimia pertanian, keselamatan kerja petani, hingga upaya promotif dan preventif yang dapat diterapkan di tingkat puskesmas. Materi yang disampaikan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta workshop.
Pada sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi menjadi dua kelompok diskusi. Dalam FGD tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan kasus-kasus agromedis di wilayah kerja masing-masing puskesmas.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif karena setiap peserta menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi di lapangan. Melalui kegiatan ini, FK UNEJ juga memperoleh berbagai masukan yang dapat menjadi dasar pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan berbasis agromedis yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada akhir kegiatan, seluruh hasil diskusi disimpulkan bersama sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi antara FK UNEJ dan puskesmas di Kabupaten Jember. Ke depan, seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Jember direncanakan akan menjadi wahana pendidikan profesi bagi mahasiswa FK UNEJ, sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus pelayanan kesehatan masyarakat berbasis agromedis.
Penulis: AKR